Kyron Horman, seorang siswa kelas dua SD, dilaporkan hilang dari sekolahnya di wilayah Portland. Awalnya, penyelidik memusatkan perhatian pada ibu tiri Kyron setelah menemukan dugaan rencana pembunuhan bayaran; namun, ia secara konsisten membantah keterlibatannya dan tidak pernah didakwa. Saat ini, aparat penegak hukum memanfaatkan teknologi bukti digital baru dengan harapan dapat akhirnya memecahkan kasus tersebut.
